Safari Ramadan Perhutani Banyuwangi Barat dengan Karyawan dan Penyadap

    Safari Ramadan Perhutani Banyuwangi Barat dengan Karyawan dan Penyadap

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan kembali kegiatan “Safari Ramadan” kepada segenap karyawan dan para penyadap Ligir, blok 70, TP Raung dan Jati Pasir di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Ligir, Petak 18q RPH Krikilan, pada Jum’at (27/02/2026).

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan agenda rutin pihaknya sebagai bentuk komitmen dalam membangun kedekatan Perhutani dengan masyarakat terutama yang berada disekitar hutan.

    “Safari Ramadhan ini tidak hanya sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antara Perhutani dengan masyarakat tapi juga sebagai sarana pembinaan kepada masyarakat tentang fungsi hutan yang sangat penting bagi kehidupan kita, ” tutur Muklisin.

    “Kami juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar dalam pemanfaatan hutan bisa berjalan dengan baik sehingga memberikan dampak perekonomian secara signifikan misalnya bagaimana teknik meningkatkan produksi getah pinus, ” ujarnya.

    “Tentunya kalau teknik sadapan getah pinus telah dilakukan dengan baik maka akan memperoleh getah pinus meningkat sehingga pendapatan penyadap akan jauh lebih baik, ” pungkasnya.

    Ketua Penyadap blok Ligir, Bu Din mengucapkan terimakasih kepada Perhutani yang telah berkenan melakukan safari Ramadan ditempatnya, sehingga akan lebih meningkatkan kedekatan Perhutani dengan masyarakat disekitar hutan terutama dengan para penyadap yang diakuinya selama ini telah terjalin dengan baik.

    “Mewakili seluruh penyadap di Kalibaru saya siap mendukung semua program Perhutani dalam semua bidang mulai dari tanaman kehutanan, produksi kayu dan yang paling penting adalah produksi getah pinus, ” kata Bu Din.

    “Kami ini masyarakat disekitar hutan yang sangat menggantungkan perekonomian dari dalam hutan yang dikelola Perhutani, misalnya sebagai penyadap pinus yang keuangan nya kami dapat secara langsung dan jelas, atau sebagai pesanggem (petani hutan) dengan menanam palawija dan empon empon, ” tuturnya.@Red. 

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Ramadan Berbagi Dalam Jum’at Barokah Perhutani...

    Artikel Berikutnya

    Sembako Perhutani Banyuwangi Barat pada...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri PU Gerak Cepat Atasi Banjir Brebes, Fokus Pengerukan Muara Sungai Babakan
    Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat Sampai Tujuan
    Kapolri Sebut Jumlah Kecelakaan Selama Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen
    Dukung PP TUNAS, Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri
    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua

    Ikuti Kami