Prof. Mia Amiati: Membentuk Jaksa Tangguh Melalui Penguasaan “Public Speaking”

    Prof. Mia Amiati: Membentuk Jaksa Tangguh Melalui Penguasaan “Public Speaking”

    Jakarta - Kualitas seorang Jaksa tidak hanya diukur dari penguasaan pasal hukum semata, namun juga dari kemampuannya meyakinkan publik dan hakim di ruang persidangan. Hal ini menjadi inti sari materi yang disampaikan oleh saya Ketika menjadi pengajar pada Diklat Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Tahun 2026 di Badan Diklat Kejaksaan RI.

    Dalam sesi tersebut, saya menekankan bahwa public speaking adalah kompetensi inti bagi setiap Jaksa dalam melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan. Sebagai bagian dari Integrated Criminal Justice System, seorang Jaksa dituntut untuk ahli dalam “seni berbicara” guna dapat menyampaikan pesan secara sistematis sebagaimana yang tertuang di dalam Surat Dakwaan agar dapat meyakinkan Majelis Hakim bahwa terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan apa yang telah didakwakan di dalam Surat Dakwaan.

    Apa Itu Public Speaking?

    Secara sederhana, Public Speaking adalah kemampuan berbicara di depan umum dengan tujuan menyampaikan pesan, memengaruhi audiens, atau memberikan informasi.

    Tidak selalu harus di panggung besar, skill ini bisa terjadi di ruang kelas, rapat organisasi, hingga saat  presentasi tugas kuliah.

    Menguasai public speaking berarti kita tidak hanya pintar bicara, tetapi juga bisa membuat audiens paham, merasa tertarik, bahkan terinspirasi. Jadi, kemampuan ini bukan bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa terus diasah melalui latihan.

    Apa Kegunaan Public Speaking bagi Jaksa?

    • Menjadi sarana pembelajaran Menyampaikan informasi dan ide secara sistematis kepada orang lain;
    • Alat untuk memimpin rapat, sidang pengadilan, dan diskusi dengan efektif;
    • Menambah kepercayaan diri, kewibawaan, dan citra diri seorang penegak hukum;
    • Mempengaruhi massa dan mempertahankan pendapat hukum secara kuat;
    • Mendukung peluang karir karena banyak pekerjaan menuntut kemampuan komunikasi;
    • Membangun jaringan lebih luas dengan cara berinteraksi lebih baik dengan orang lain;
    • Mengasah kepemimpinan, karena pemimpin yang baik harus bisa menyampaikan ide secara jelas;

    Penguasaan public speaking mengubah seorang Jaksa menjadi orator yang mampu meyakinkan audiens di ruang sidang maupun masyarakat umum.

    Apa yang Dimaksud dengan Demam Panggung dan Bagaimana Cara Mengatasinya ?

    Setiap orang pernah mengalami demam panggung, gelisah saat berbicara. Survey membuktikan bahwa perasaan takut untuk berbicara di depan kelompok orang merupakan perasaan yang paling menakutkan yang dihadapi oleh orang.

    Beberapa survey membuktikan mereka memiliki perasaan takut, bahkan lebih takut jika dibandingkan dengan harus terjun dari tebing karang, menghadapi kesulitan keuangan, atau menghadapi serangan ular dan bahkan kematian sekali pun.

    Rasa takut adalah hal yang manusiawi, namun dapat diatasi dengan teknik persiapan yang tepat, perbanyak membaca data agar penguasaan materi menjadi mutlak. Disamping itu, untuk mengatasi rasa gugup perlu memiliki Jam Terbang yang tinggi, antara lain dengan memperbanyak latihan untuk membiasakan diri dengan suasana panggung.

    Untuk mengatasi rasa gugup, tak kalah pentingnya adalah menerapkan Teknik Instan: Tarik napas dalam-dalam berulang kali dan tanamkan sugesti positif bahwa diri Anda yang paling siap.

    Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan

    Mengakui bahwa “demam panggung” adalah hal yang manusiawi—bahkan bagi sebagian orang dianggap lebih menakutkan daripada kematian, selaku pemberi materi, saya  membagikan strategi konkret untuk mengatasinya. Saya tegaskan bahwa kemampuan bicara di depan umum bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui latihan konsisten dan persiapan materi yang matang.

    “Kunci ketenangan adalah keyakinan bahwa Anda telah bersiap lebih baik daripada siapapun di ruangan tersebut.“

    10 Dasar Penting dalam Public Speaking

    Untuk bisa tampil percaya diri, ada beberapa teknik dasar public speaking yang wajib dikuasai oleh para calon Jaksa, antara lain:

    1. Kenali Audiensmu
      Sebelum berbicara, pahami siapa audiensmu. Apakah mahasiswa, profesional, atau masyarakat umum? Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan bahasa, contoh, dan gaya penyampaian.
      Selain itu, mengenali audiens akan membuat pesanmu lebih tepat sasaran. Audiens akan merasa lebih terhubung jika apa yang kamu sampaikan relevan dengan kebutuhan mereka.
    1. Persiapkan Materi dengan Baik
      Materi yang disusun rapi akan mempermudahmu saat berbicara. Buatlah kerangka pembicaraan agar alur lebih jelas.
      Persiapan yang matang juga mengurangi rasa gugup. Kamu akan lebih percaya diri karena tahu apa yang harus disampaikan.
    1. Kuasai Bahasa Tubuh
      Bahasa tubuh adalah bagian penting dalam public speaking. Gestur, ekspresi wajah, dan kontak mata bisa memperkuat pesanmu.
      Jika kamu terlihat percaya diri melalui bahasa tubuh, audiens akan lebih mudah menerima pesan yang kamu sampaikan.
    1. Latih Intonasi Suara
      Jangan berbicara dengan nada datar. Gunakan intonasi yang bervariasi agar audiens tidak bosan.
      Latihan intonasi juga membantu kamu menekankan poin-poin penting dalam pembicaraan.
    1. Atur Tempo Bicara
      Berbicara terlalu cepat membuat audiens sulit memahami. Sebaliknya, terlalu lambat bisa membuat bosan.
      Cobalah menjaga tempo yang seimbang agar pesanmu bisa sampai dengan jelas.
    1. Gunakan Cerita atau Contoh
      Cerita atau contoh nyata membuat public speaking lebih menarik. Audiens lebih mudah memahami materi yang kamu sampaikan.
      Selain itu, cerita juga bisa membangun kedekatan emosional dengan audiens.
    1. Kendalikan Rasa Gugup
      Wajar jika gugup saat berbicara di depan banyak orang. Namun, jangan biarkan rasa gugup menguasaimu.
      Kamu bisa mengatasinya dengan latihan pernapasan, persiapan matang, dan fokus pada pesan yang ingin disampaikan.
    1. Libatkan Audiens
      Ajak audiens untuk berinteraksi. Kamu bisa mengajukan pertanyaan, meminta pendapat, atau sekadar menanyakan pengalaman mereka.
      Dengan begitu, suasana menjadi lebih hidup dan audiens merasa dihargai.
    1. Gunakan Media Pendukung
      Presentasi, gambar, atau video bisa membantu memperjelas pesanmu. Namun, gunakan secukupnya agar tidak mengalihkan perhatian.
      Media pendukung yang tepat bisa membuat skill komunikasi kamu lebih profesional dan menarik.
    1. Evaluasi dan Terus Latihan
      Setelah melakukan public speaking, lakukan evaluasi. Apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki?
      Dengan evaluasi dan latihan berulang, kemampuanmu akan berkembang pesat.

    Kegiatan pembelajaran dengan materi Public Speaking pada diklat PPPJ Gelombang I Angkatan ke-83 Tahun 2026 ini diharapkan dapat mencetak kader-kader Jaksa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dapat menjadi orator handal yang mampu mempertahankan pendapat hukum secara kuat demi tegaknya keadilan di Indonesia. Untuk mendukung hal ini, tentu yang terutama adalah perlunya Integritas dan Profesionalisme dari para calon Jaksa tersebut.

    Selain aspek teknis, penguasaan komunikasi juga disebut sebagai alat kepemimpinan. Jaksa yang mampu berkomunikasi dengan efektif akan memiliki kewibawaan dan citra diri yang kuat sebagai penegak hukum yang berintegritas.

    Penguasaan komunikasi yang baik diyakini dapat meningkatkan kewibawaan dan citra diri seorang penegak hukum. Kemampuan menyampaikan ide secara sistematis juga menjadi kunci dalam memimpin rapat dan diskusi secara efektif, yang pada akhirnya akan membuka peluang karier yang lebih luas di lingkungan korps Adhyaksa.

    Public Speaking bukanlah kemampuan bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Dengan memahami dasar-dasarnya, para calon Jaksa dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan komunikasi.

    Dengan latihan yang konsisten, para calon Jaksa dapat menjadi seorang public speaker yang handal. Mulailah dari sekarang, karena setiap kesempatan berbicara adalah langkah menuju kesuksesan.@Red. 

    Oleh: Prof. (HCUA) Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL.

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Validasi Potensi SDH untuk Penyusunan Buku...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Panglima TNI Dukung Penguatan Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional
    Prof. Mia Amiati: Membentuk Jaksa Tangguh Melalui Penguasaan “Public Speaking”
    Validasi Potensi SDH untuk Penyusunan Buku RPKH Dikawal Khusus Perhutani Banyuwangi Barat
    Cipayung Plus Kompak Dukung Pengeloaan Hutan Perhutani Banyuwangi Barat
    Syukuran Ala Perhutani Banyuwangi Barat Atas Kinerja 2025

    Ikuti Kami