Pembinaan Karyawan dan Penyadap Perhutani Banyuwangi Barat

    Pembinaan Karyawan dan Penyadap Perhutani Banyuwangi Barat

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan kegiatan pembinaan terhadap segenap karyawan dan penyadap (pinus dan kopal) lingkup BKPH Rogojampi di Wisata Suwiss Songgon Petak 6 a RPH Bayu, BKPH Rogojampi, pada Rabu (25/02/2026).

    Mewakili Administratur KPH Banyuwangi Barat, Wakil Administratur, Indra Gunawan mengatakan bahwa Pembinaan untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah proses terstruktur dan berkelanjutan melalui coaching, mentoring dan umpan balik konstruktif.

    “Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan, menetapkan tujuan yang jelas, serta meningkatkan motivasi dengan supervisi langsung, penilaian berkala, serta menciptakan lingkungan kerja kondusif dan apresiatif, ” tutur Indra Gunawan.

    Koordinator Penyadap Pinus TPG Sumberagung, Pak Herman menyambut baik dengan pembinaan yang dilakukan oleh Perhutani kepada para penyadap pinus dan kopal se asperan Rogojampi, karena akan memberikan semangat untuk meningkatkan produksi getah.

    “Selama ini kami para penyadap menggantungkan perekonomian sehari dari hasil sadapan dalam kawasan hutan yang dikelola Perhutani, bahkan Perhutani telah berbaik hati telah mengijinkan para penyadap untuk menanam palawija sebagai pesanggem dan pemanfaatan kawasan hutan untuk tanam empon-empon, ” kata Pak Herman.

    “Dengan kesadaran penuh kami akan mendukung Perhutani dalam upaya meningkatkan produksi getah, toh ketika produksi getah naik kami para penyadaplah yang pertama diuntungkan, ” pungkasnya.

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin secara terpisah menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan agar karyawan dan para penyadap selaku mitra Perhutani tidak hanya mencapai tujuan individu, tetapi juga berkontribusi maksimal pada tujuan perusahaan secara keseluruhan.

    “Pembinaan ini juga memberikan umpan balik sehingga dapat mengurai permasalahan yang ada dengan solusi yang terbaik sebagai bentuk motivasi sehingga dapat meningkatkan produksi dibidang sadapan baik pinus maupun kopal, ” jelas Muklisin.@Red. 

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Dukung Kelestarian Hutan, Perhutani Jember...

    Artikel Berikutnya

    Apresiasi pada Penyadap, Perhutani Banyuwangi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas

    Ikuti Kami