Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat gelar apel monitoring wisata dalam kawasan hutan dalam rangka memberikan kenyamanan dan pengamanan wisata selama long weekend, cuti bersama dan libur tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, apel dilaksanakan di halaman kantor Perhutani jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 34 Banyuwangi, pada Senin (16/02/2026).
Monitoring wisata adalah proses rutin pengumpulan data dan pengamatan sistematis terhadap berbagai aspek pariwisata untuk memastikan pengelolaan berkelanjutan, kualitas layanan, dan keselamatan. Ini melibatkan pengukuran kinerja, evaluasi dampak, serta pemantauan jumlah pengunjung, sarana prasarana, kenyamanan, keamanan dan kepuasan wisatawan.
Monitoring wisata dalam kawasan hutan ini dilakukan oleh para pejabat dan karyawan kantor KPH Banyuwangi Barat serta Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), dan akan melakukan kegiatan pada wisata Gunung Ranti, Ijen Skylight, Wisata Pinus Reborn, Suwiss Songgon, Madukara, Gerbang Raung dan Legomoro selama 3 hari.
Dalam arahannya Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menyampaikan bahwa kegiatan wisata dalam kawasan hutan kelola Perhutani harus dilakukan dengan pertimbangan demi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung selama liburan panjang ini.
“Petugas monitoring wisata agar memberikan himbauan kepada para pengunjung dan pengelola wisata agar selalu berhati hati dan meningkatkan kewaspadaan pada lokasi wisata mengingat hujan masih terjadi untuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, ” ujar Muklisin.
“Evaluasi fasilitas wisata dengan memeriksa kebersihan, keamanan, dan fungsionalitas toilet, tempat parkir, atau jalur tracking. Dan lakukan pengawasan pelayanan dengan memastikan pemandu wisata atau pengelola memberikan pelayanan sesuai standar, ” pungkasnya.
Tenaga Pendamping Masyarakat, Alvin juga menyampaikan monitoring wisata ini merupakan proses pengamatan dan evaluasi terhadap berbagai aspek kegiatan pariwisata, mulai dari daya tarik, fasilitas, hingga dampaknya terhadap ekosistem hutan.
“Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, ” ujar Alvin.@Red.

Octavia Ramadhani