Pertebal Keimanan Perhutani Banyuwangi Raya Muliakan Malam Nisfu Sya’ban

    Pertebal Keimanan Perhutani Banyuwangi Raya Muliakan Malam Nisfu Sya’ban

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Raya (Barat, Utara dan Selatan) memperbanyak amalan-amalan sunnah untuk meraih keutamaan malam Nisfu Sya'ban yaitu dengan berdoa, bersyahadat dan istighfar yang dilakukan segenap karyawan Perhutani, pengurus / takmir masjid dan masyarakat sekitar serta para musafir di Masjid As-Syajaroh di lingkungan kantor Perhutani Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 34 Banyuwangi, pada Senin (02/02/2026).

    Salah satu keutamaan bulan Sya'ban adalah adanya malam Nisfu Sya'ban yang jatuh pada malam ke-15 di bulan Sya'ban atau bertepatan pada Senin tanggal 02 Februari 2026 malam. Momentum istimewa di malam Nisfu Sya'ban sangat dinantikan oleh umat Islam. Sebab di malam tersebut, Allah mengampuni segala dosa-dosa hamba-Nya. Maka tak heran malam Nisfu Sya'ban disebut juga sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan.

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menyampaikan bahwa amalan malam Nisfu Sya’ban ba’da Magrib sampai dengan menjelang 15 Sya’ban 1447 H antara lain pertama dengan Mandi Taubat untuk membersihkan segala dosa lahir dan batin.

    Kedua membaca Surah Yasin 3 kali (Yasin pertama niat memohon panjang umur dalam ketaatan, Yasin kedua untuk kelapangan dan keberkahan rejeki, Yasin ketiga niat husnul khatimah dan keteguhan iman).

    “Selanjutnya adalah perbanyak Istighfar, sholawat, doa, bersedekah, menulis & menyimpan Surah Shad ayat 54 (di dompet atau tempat penyimpanan uang) dan sholat Qiyamul Lail, ” terang Muklisin.

    Ketua Takmir Masjid As-Syajaroh, Edi Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan ini sesuai dengan arahan Pembina Masjid As-Syajaroh kegiatan malam Nisfu Sya’ban ini harus dilakukan karena Masjid ini sudah luar biasa dan harus kita makmurkan sebagai bukti bahwa Perhutani (Barat, Utara dan Selatan) ini sangat intens berkaitan dengan kondisi masjid.@Red. 

    Octavia Ramadhani

    Octavia Ramadhani

    Artikel Sebelumnya

    Prof. Mia Amiati: Membaca di Bawah Payung...

    Artikel Berikutnya

    Prof. Mia Amiati: Menikmati Keindahan Pemandangan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran

    Ikuti Kami