Probolinggo - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang dan Pegiat Lingkungan menggelar Penghijauan Inklusif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, yang berlangsung di kawasan hutan petak 29, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ranuyoso, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klakah, masuk administratif Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (07/02/2026).
Gerakan Kolaborasi Penghijauan Inklusif yang bertajuk “Lumajang Nandur Temen, Menyuapi Bumi dan Menyeimbangkan, Ini Pohonku” ini, dihadiri oleh Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo beserta jajaran, Pegiat Lingkungan Edy Khozaini dan Gus Pri, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat yaitu Tagana Dinsos P3A, Taman Baca Amaza, YBM PLN UP3 Jember, Paguyuban Disabilitas Lumajang, Pekerja Sosial Masyarakat PSM Lumajang, Pegiat Lingkungan Forward Lumajang, Randuagung Community dan Paguyuban Mukti Tama Lumajang.
Dalam kesempatannya, Wakil Administratur/KSKPH Lumajang Soegiharto Aries Soebagiyo, menyampaikan bahwa penanaman pohon disekitar kawasan Ranu Bedali, yang dilaksanakan secara inklusif merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Hari ini kita bersama-sama mengadakan penanaman di kawasan Ranu Bedali, yang merupakan kasawan hutan lindung. Ini sangat luar biasa, karena banyak komunitas pecinta lingkungan yang menanam disini, karena di hutan lindung tidak boleh ditebang pohonnya. Dan yang kita tanam disini sudah benar dengan menanam tanaman MPTS, buah-buahan dan kayu-kayuan yang berfungsi untuk melindungi mata air agar tidak berkurang debitnya. Dan yang tidak kalah penting karena lokasinya curam agat tidak terjadi tanah longsor”, terangnya.
Sementara itu, pegiat lingkungan yang sekaligus inisiator Gerakan Kolaborasi Penghijauan Inklusif, Edy Khozaini, menyampaikan bahwa gerakan penghijauan ini mengusung semangat inklusivitas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas sebagai subyek aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Gerakan Kolaborasi Penghijauan Inklusif ini mengusung semangat inklusivitas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menyuapin bumi, menyeimbangkan alam dan menumbuhkan tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan di Lumajang”, pungkasnya.
Gerakan Kolaborasi Penghijauan Inklusif di Ranu Bedali ini sangat penting bagi masyarakat Ranuyoso, lantaran wilayah ini seringkali kekurangan air bersih, karena sebagian besar masyarakat menggantungkan ketersediaan air bersih dari sumber mata air Ranu Bedali ini.@Red.

Octavia Ramadhani