Lawu Ds (09/02/2025) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds bersama Pemerintah Kabupaten Magetan Mendukung Even Jambore Mountain Bike (MTB) Indonesia Mountein (MT) Lawu Sarangan Ke – IV Tahun 2026 Lokasi Start Wisata Cemoro Sewu di Magetan kegiatan tersebut digagas oleh First One Jersey Factory, pada hari Minggu (08/02/2026).
Kegiatan ini merupakan ajang balap sepeda gunung ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Event Jambore Mountain Bike (MTB) Indonesia Ke-IV ajang silahturahmi Goweser Nusantara mengusung Tema “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” dan menjadi salah satu bentuk sinergi antara Perhutani dan penyelenggara dalam memanfaatkan kawasan hutan untuk kegiatan positif, produktif, dan berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Turut hadir Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Forkopimda, Unsur TNI/Polri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Magetan, Budi Setyanugraha, owner First One Jersey Factory selaku Ketua Panitia Jambore Mountain Bike (MTB) Indonesia, Agus Supriyadi, Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Mulyadi beserta jajaranya, Forkopimcam Plaosan dan Undangan lainnya
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti yang secara langsung melepas peserta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Magetan sebagai tuan rumah. Semoga peserta semua bisa melihat langsung keindahan panorama pesona alam hutan magetan.
“Kami bangga Magetan dipercaya menjadi lokasi berkumpulnya pecinta MTB dari seluruh Indonesia. berharap, para peserta dapat menyebarkan informasi wisata yang ada di Kabupaten Magetan setelah pulang dari even tersebut. Semoga event-event seperti ini bisa mendongkrak kemajuan wisata lebih terkenal karena Magetan itu selaindah juga ngangeni bagi wisatawan unruk kembali berkunjung. Bupati menambahkan. Selain sebagai ajang silaturahmi para reder Goweser Jambore MTB Nasional ini bisa mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan, UMKM dan Pengiat Perhotelan di Magetan, Jaga Sportivitas, keamanan dijalan dan ciptakan rasa peduli liwati jalur lingkungan hutan jangan merusak tanaman semoga semua selamat sampai finis, ” tutupnya.
Administratur KPH Lawu Ds Adi Nugroho menyampaikan Jambore MTB Indonesia adalah bentuk sinergi yang luar biasa lintas sektoral, baik Pemda Magetan, Polres, Perhutani, Dinas Pariwisata, komunitas MTB Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh peserta MTB dari seluruh Indonesia dan tentu saja memberi dampak positif, dalam rangka mengenalkan dan mengeksplore potensi pariwisata yg ada di Magetan.
"Prinsip Perhutani sangat mendukung giat ini dan kedepan kami berharap even-even seperti ini tetap bisa terus dilakukan untuk kemjuan perkembangan pariwisata yang ada di Magetan, ” ujarnya.
Perhutani KPH Lawu Ds senantiasa membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam pengembangan potensi wisata alam dan sport tourism di wilayah hutan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kawasan hutan Perhutani memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara multifungsi. Selain menjaga fungsi ekologis, kegiatan ini juga mendorong nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Sekali lagi kami sangat mengapresiasi penyelenggara yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, ” tutup Adi.
Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Mountain Bike (MTB) Indonesia, Agus Supriyadi menyampaikan terimakasih kepada Perhutani Jajaran KPH Lawu Ds atas partisipasinya, dukungan fasilitas hutan dan tenaga kususnya yang ada di BKPH Lawu Selatan. Kami berkomitmen bersama semua peserta untuk bersama sama menjaga hutan dengan mengusung tema ‘kita jaga alam, alam jaga kita.
Kegiatan ini digagas agar masyarakat paham akan menjaga kebersihan dan kelestarian Alam, Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolah raga, Menumbuh kembangkan olah raga adventure, mempromosikan tempat wisata di setiap jalur yang di lewati, Turut serta mempromosikan budaya dan kerajinan serta produk unggulan Kabupaten Magetan.
“Event tersebut bersifat touring, jadi peserta tidak berkompetisi satu dengan yang lain. Peserta lebih banyak menikmati pemandangan alam. Saya rasa ini kegiatan yang positif untuk masyarakat. Harapannya kegiatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat berkontribusi untuk melaksanakan keinginan dan minat dari masyarakat, ” ungkap Agus.@Red.

Octavia Ramadhani