Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mendukung sepenuhnya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) TNI AD dalam hal ini Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 pada Komando Rayon Militer (Koramil) 0825/20 Songgon dengan

melibatkan Pemdes Bayu melakukan pengecekan bersama rencana pembangunan KDMP Desa Bayu di Petak 10a-1 RPH Bayu BKPH Rogojampi, Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon – Banyuwangi, pada Jum’at (17/04/2026).
Danramil Songgon, Kapten (Kav) Andoko menjelaskan bahwa KDMP TNI AD adalah program strategis nasional yang digagas pemerintah untuk memberdayakan ekonomi desa, di mana TNI AD melalui Kodim/Koramil berperan aktif dalam pembangunan dan pengawasan lapangan (pembinaan teritorial) untuk memastikan proyek berjalan dengan baik, dan merupakan pusat usaha multifungsi (sembako, logistik, simpan pinjam) untuk ketahanan pangan.
“KDMP TNI AD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui gotong royong, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi tingkat desa dan berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, termasuk kios pangan, apotek desa, layanan logistik, dan simpan pinjam, ” tutur Danramil Songgon.
“Landasan program ini adalah proyek strategis berdasarkan Instruksi Presiden yang merupakan upaya revitalisasi koperasi desa berbasis kebutuhan masyarakat pedesaan, ” imbuhnya.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Perhutani yang telah banyak membantu untuk terlaksananya program ini dengan menyediakan lahan untuk KDMP Bayu, ini sebagai wujud sinergitas dan hubungan yang memang terjalin dengan baik selama ini, ” pungkasnya.
Proyek ini bertujuan menciptakan pusat kegiatan ekonomi yang mandiri di tingkat desa, didukung oleh keterlibatan militer untuk percepatan infrastruktur dan distribusi.
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat yang diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) Rogojampi, Adi Raharjo memahami betul akan kebutuhan masyarakat disekitar hutan akan kebutuhan akan pangan dan peningkatan kesejahteraan.
“Tentunya KDMP Desa Bayu kita akan dukung sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana ini adalah sinergitas antara Perhutani, TNI-AD dan Pemerintahan baik pusat maupun sampai ke daerah, ” ujar Adi Raharjo.

Octavia Ramadhani